Tugas 1 MPSI Project Management Fundamental

  1. Pengertian Project, Operations, dan Project Management
  • Project adalah sebuah usaha kolaboratif dan juga sering kali melibatkan penelitian atau desain, yang direncanakan untuk mencapai tujuan tertentu.
  • Operations adalah serangkaian aktivitas untuk menciptakan nilai dalam bentuk barang dan jasa melalui transformasi input menjadi output.
  • Project Management adalah metode perencanaan dan pengelolaan sumber daya yang bisa digunakan perusahaan untuk menyelesaikan sebuah proyek.

2. Karakteristik atau Atribut Project

  • Waktu (Timeline) : Proyek memiliki timeline atau garis waktu yang pasti dengan titik awal dan titik akhir yang terukur.
  • Sumber Daya (Resources) : Sebuah proyek memiliki sumber daya modal dan tenaga kerja yang terbatas.
  • Alat (Tools) : Menggunakan alat-alat (tools) dan teknik khusus digunakan untuk manajamen proyek, contohnya Gantt Chart.
  • Tim (Team) : Manajemen Proyek memerlukan tim yang beragam dari berbagai departemen dan fungsi.

3. Contoh Studi Kasus Sederhana dalam Kehidupan Sehari-hari antara Project dengan Operations

Studi kasus : Pembangunan Rumah Tinggal di Desa Amahusu Kota Ambon.

4. Perbedaan Hubungan antara Project, Program, dan Portofolio Management

  • Proyek merupakan usaha atau kerja yang bersifat sementara dan tidak rutin dimana macam kegiatan dan intensitas yang berubah sepanjang siklus hidupnya yang dilakukan untuk membuat produk (deliverables), jasa, pengembangan produk, atau lainnya yang dibatasi oleh biaya, mutu, dan waktu.
  • Program terdiri atas proyek, subprogram, dan aktifitas program terkait yang dikelola dalam suatu cara yang telah dikoordinasi untuk memberikan manfaat atau untuk tujuan tertentu. Suatu proyek dapat merupakan bagian atau tidak atas suatu program tapi suatu program akan selalu memiliki proyek.
  • Portofolio terdiri atas proyek, program, subportofolio, dan dikelola sebagai suatu kelompok untuk mencapai sasaran strategis. Suatu portofolio dapat terdiri atas beberapa program.

5. Pentingnya Belajar Project Management

a. Membuat tujuan yang fokus dan jelas

Manajemen proyek memastikan adanya perencanaan yang matang untuk mencapai tujuan tertentu. Tanpa tujuan yang jelas, anggota tim akan kehilangan fokus, tidak memiliki gambaran objektif yang pasti, dan tidak paham apa yang harus dilakukan dan mengapa.

Hal tersebut dapat dicegah dengan memecah proyek menjadi beberapa tugas. Dengan membagi tugas, anggota tim dapat fokus mencapai tujuan tersebut untuk meraih tujuan utama yang lebih besar.

b. Menciptakan jadwal dan perencanaan yang disepakati bersama dan realistis

Membuat jadwal membantu menghindari proyek tidak ter-handle atau terlambat serta adanya perencanaan yang harus dilaksanakan bagi semua yang terlibat dalam proyek.

Manajemen proyek juga penting untuk membuat ekspektasi yang sesuai tentang apa yang harus dicapai, kapan, dan berapa banyak. Tanpa memperhatikan perencanaan, estimasi budget dan waktu, proyek akan menjadi terlalu ambisius dan menyebabkan proyek terlambat dan over budget.

c. Memaksimalkan sumber daya yang ada

Manajemen proyek dapat melacak proyek dan manajemen risiko proyek sehingga memastikan semua sumber daya digunakan secara efektif dan efisien.

d. Quality control

Manajemen proyek membantu mengidentifikasi, mengelola, dan menjaga kualitas. Dengan proses jelas, tim dapat menilai kualitas output pada tiap tahapan proyek. Kualitas yang baik akan membuat klien puas.

e. Manajemen risiko

Manajemen proyek penting untuk memastikan risiko proyek dapat terkelola dan termitigasi dengan baik untuk menghindari terjadi masalah di kemudian hari. Project manager harus dapat menganalisis seluruh risiko potensial proyek, membuat mitigasi, dan perencanaan jika risiko tersebut terjadi kelak. Risiko tersebut harus disusun berdasarkan kemungkinan terjadinya (likelihood) dan besarnya risiko. Dengan membuat manajemen risiko, proyek dapat lebih mudah beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

f. Menciptakan proses yang runtut

Manajemen proyek memastikan orang yang tepat melakukan hal yang tepat pada waktu yang tepat. Perencanaan dan proses yang jelas membantu mengetahui peran tiap anggota tim, merampingkan proses dan input, mengantisipasi risiko, dan membuat check and balance untuk memastikan proyek selaras dengan strategi yang telah dibangun.

g. Membantu belajar dari kesuksesan dan kegagalan

Terkadang proyek berjalan mulus, namun kadang proyek dapat gagal. Walau demikian, kita dapat belajar dari pengalaman dan kesalahan masa lalu dapat dihindari di kemudian hari. Manajemen proyek memastikan pembelajaran ini diterapkan dengan melakukan retrospektif untuk melihat apa yang berhasil dan tidak, serta perubahan yang harus dilakukan untuk proyek selanjutnya.

6. Contoh Project Management di Bidang IT/IS

  • Proyek sistem informasi untuk mendukung pelaksanaan pemilu
  • Proyek pembangunan infrastruktur E-Government di Jawa Tengah
  • Proyek penjualan elektronik (E-Commerce)

7. Kapan Project dikatakan Berhasil dan Gagal

  • Owner/ Pemilik, pihak utama yang menetukan proyek berhasil atau tidak.Karena pihak ini merupakan ide utama sekaligus pemilik investasi materiberupa budget pada sebuah proyek.
  • User/Pengguna, pihak kedua yang menetukan hasil proyek tersebut gagal.Karena pada tahap ini adalah tahap dimana hasil tersebut akan digunakan.Orang yang merasakan ketika menggunakan hasil dari proyek tersebut akanlebih nyaman atau tidak.

8. Triple Constraint dalam Project Management

  • Time : Salah satu aspek yang perlu diperhatikan oleh manajer proyek adalah time atau batasan waktu. Manajer proyek harus bisa memperkirakan jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek secara keseluruhan. Penentuan batasan waktu ini, pada umumnya akan dilakukan pada fase inisiasi dan perencanaan proyek untuk untuk mengembangkan jadwal yang berisi durasi dari semua kegiatan proyek. 
  • Scope : Aspek selanjutnya dalam Triple Constraints adalah scope atau ruang lingkup. Aspek ini mengacu pada semua tugas, aktivitas, atau pekerjaan yang perlu dilakukan dalam proses pengembangan proyek.
  • Cost/Budget : Aspek selanjutnya yang perlu diperhatikan dalam manajemen proyek adalah cost/budget atau biaya proyek. Aspek ini mengacu pada anggaran yang perlu dikeluarkan oleh klien agar pengembangan proyek dapat diselesaikan. Jadi, untuk menentukan batasan cost/budget, Anda dapat memperkirakan biaya yang berhubungan dengan setiap tugas kemudian Anda membuat anggaran yang akan menutupi biaya tersebut.

9. Peran dari Project Manager serta Skill yang Harus Dimilikinya

Seorang Project Manager memiliki peranan yang penting dalam perusahaan, karena apabila proyek yang dijalankan gagal, perusahaan akan mengalami kerugian yang besar dan kredibilitas perusahaan akan diragukan.

Beberapa skill yang harus dimiliki seorang Project Manager :

  • Komunikasi
  • Manajemen sumber daya manusia
  • Manajemen keuangan
  • Leadership
  • Problem solving

10. Gambaran Tentang Three Sphere Model for Systems Management

Di dalam manajemen sistem perlu diperhatikan lingkup manajemen, dimana manajemen sistem memiliki 3 lingkup yaitu:

a. Bisnis (Business)Adalah segala aspek bisnis yang terlibat dan harus menjadi concern dari pihak manajemen proyek. Tidak bisa disangkal bahwa di dalam semua proyek dan perusahaan aspek bisnis menjadi alasan utama dikembangkannya segala jenis usaha. Intinya adalah mendapatkan manfaat atau keuntungan atas usaha dan biaya yang telah dikeluarkan. Fokus utamanya adalah benefit dan cost. Bagaimana proyek ini akan didanai, sumber dananya dari mana, bagaimana alokasi pendanaannya, apakah dananya cukup tersedia atau tidak, dan apakah manfaatnya akan sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan. Juga memperhitungkan apakah ke depannya proyek ini worth ataukah tidak.

b. Organisasi (Organization)Aspek organisasi sangat perlu diperhatikan, terkait dengan sumber daya manusia yang dimiliki dan diperlukan untuk menjalankan proyek, dalam hal ini siapa saja yang akan menjalankan dan mengelolah proyek ini hingga mencapai tujuan. Termasuk juga di dalamnya adalah bagaimana kompetensi yang dimiliki para staff, apakah sudah memadai ataukah masih harus dilalukan pendidikan dan pelatihan, siapa yang akan memberikan pelatihan dan lain lain terkait kesiapan dukungan sumber daya manusia harus diperhatikan dengan seksama.Selanjutnya tentang kesiapam perubahan pada sistem manajemen setiap anggota dalam organisasi itu sendiri juga harus diperhatikan. Apakah semua komponen sudah siap untuk menerima perubahan? Jika terjadi retensi oleh personal maupun kelompok, harus bisa di manage dengan baik.

c. Teknologi (Technology)Penggunaan teknologi saat ini dan yang akan digunakan di masa datang sangat mempengaruhi fungsi manajemen sistem. Sehingga spesifikasi dan model teknologi yang akan digunakan perlu diperhatikan baik-baik. Kemungkinan yang dapat dipilih adalah mengganti dengan teknologi baru, atau tetap dengan teknologi lama, karena dikhawatirkan perubahan teknologi akan menghancurkan proses bisnis yang sudah running well, ataukah cukup dengan membangun “bridge” agar teknologi lama kita bisa support dengan rencana teknologi baru yang akan di deploy kelak dikemudian hari dengan berbagai alasan. Pilihan kemungkinan ini harus dianalisis dengan baik, agar penggunaan teknologi baru benar-benar memberikan dampak positif bagi perusahaan, mampu support terhadap proses bisnis utama dan pendukungnya.

11. 4 Kerangka dan 3 Struktur Organisasi

Dalam Kerangka Empat Pendekatan, Bolman dan Deal (1991) menunjukkan bahwa para pemimpin menunjukkan perilaku kepemimpinan dalam salah satu dari empat jenis kerangka: Struktural, Sumber Daya Manusia, Politik, atau simbolik.

  • Kerangka Struktural

Dalam situasi kepemimpinan yang efektif, pemimpin adalah seorang arsitek sosial yang gaya kepemimpinan adalah analisis dan desain. Sementara dalam situasi kepemimpinan yang tidak efektif, pemimpin adalah seorang tiran kecil yang gaya kepemimpinan adalah rincian. Pemimpin struktural fokus pada struktur, strategi, lingkungan, implementasi, eksperimen, dan adaptasi.

  • Kerangka Sumber Daya Manusia

Dalam situasi kepemimpinan yang efektif, pemimpin adalah katalisator dan hamba yang gaya kepemimpinan adalah dukungan, advokasi, dan pemberdayaan. sementara dalam situasi kepemimpinan yang tidak efektif, pemimpin adalah pushover, gaya kepemimpinan nya adalah pelepasan dan penipuan. Pemimpin Sumber Daya Manusia percaya pada orang dan berkomunikasi keyakinan bahwa, mereka terlihat dan dapat diakses, mereka memberdayakan, meningkatkan partisipasi, dukungan, berbagi informasi, dan bergerak pengambilan keputusan ke dalam organisasi.

  • Kerangka Politik

Dalam situasi kepemimpinan yang efektif, pemimpin adalah seorang advokat, yang gaya kepemimpinan koalisi dan bangunan. Sementara dalam situasi kepemimpinan yang tidak efektif, pemimpin adalah pengedar, yang gaya kepemimpinan adalah manipulasi. Para pemimpin politik memperjelas apa yang mereka inginkan dan apa yang mereka bisa dapatkan, mereka menilai distribusi kekuasaan dan kepentingan, mereka membangun hubungan dengan para pemangku kepentingan lainnya, gunakan persuasi pertama, kemudian menggunakan negosiasi dan paksaan hanya jika diperlukan.

  • Simbolis Kerangka

Dalam situasi kepemimpinan yang efektif, pemimpin adalah seorang nabi, yang gaya kepemimpinan adalah inspirasi. Sementara dalam situasi kepemimpinan yang tidak efektif, pemimpin adalah seorang fanatik atau bodoh, yang gaya kepemimpinan adalah asap dan cermin. Pemimpin simbolis melihat organisasi sebagai panggung atau teater untuk memainkan peran tertentu dan memberikan kesan, para pemimpin ini menggunakan simbol-simbol untuk menangkap perhatian, mereka mencoba untuk membingkai pengalaman dengan memberikan interpretasi yang masuk akal dari pengalaman, mereka menemukan dan berkomunikasi visi.

Berikut adalah beberapa jenis struktur organisasi yang sering digunakan oleh perusahaan.

  • Struktur Fungsional

Struktur Organisasi Fungsional merupakan struktur organisasi yang paling umum digunakan sebuah organisasi atau perusahaan. Dalam struktur organisasi fungsional, pembagian kerja dilakukan berdasarkan fungsi manajemennya seperti Keuangan, Produksi, Pemasaran dan Sumber daya Manusia. Setiap karyawan yang memiliki skill dan keterampilan yang sama, akan dikelompokkan ke dalam satu unit kerja. Inilah yang menyebabkan jenis struktur organisasi ini sangat tepat diterapkan pada sebuah organisasi maupun perusahaan yang hanya menghasilkan beberapa jenis produk atau jasa layanan.

  • Struktur Divisional

Struktur Organisasi Divisional adalah Struktur Organisasi yang dikelompokkan berdasarkan kesamaan produk, layanan, pasar dan letak geografis. Jenis struktur organisasi ini,biasanya diterapkan di perusahaan yang berskala menengah ke atas,hal ini dikarenakan biaya operasional akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan bentuk Organisasi Fungsional.

  • Struktur Matriks

Struktur Organisasi Matriks merupakan gabungan dari struktur organisasi fungsional dan struktur organisasi divisional. Penggabungan 2 struktur organisasi ini bertujuan untuk menutupi kekurangan-kekurangan yang terdapat pada kedua bentuk struktur organisasi tersebut. Struktur organisasi matriks ini sering disebut juga dengan struktur organisasi proyek karena karyawan yang berada di unit kerja fungsional juga harus mengerjakan kegiatan atau tugas proyek-proyek organisasi yang ditugaskan kepadanya.

12. Culture dalam Organisasi

  • Budaya Klan

Seperti namanya, budaya klan bekerja melalui kesatuan sekelompok orang. Para pegawai dalam budaya organisasi ini cenderung memiliki ikatan kebersamaan layaknya sebuah keluarga besar; mereka mungkin memiliki kepentingan atau visi yang sama, tingkat komitmen yang sama dan menjunjung tinggi kebiasaan kerja yang baik. Salah satu manfaat terbaik dari budaya klan yaitu adanya sinergi yang mengalir pada seluruh bagian perusahaan karena terdapat kepercayaan yang dibangun melalui hubungan yang positif di lingkungan kerja Anda.

  • Budaya Adhokrasi

Budaya ini dipandang sebagai jenis budaya kerja yang paling kreatif. Masing-masing pegawai dan pemimpin dalam jenis budaya ini merupakan risk-takers dan inovator. Ada komitmen yang kuat untuk menciptakan standar-standar baru, mempertahankan peningkatan yang berkelanjutan dan terus-menerus berupaya mencari solusi kreatif. Manajemen dalam budaya adhokrasi cenderung meraup keuntungan dari inovasi dan solusi kreatif yang ditemukan oleh pegawainya dalam menyelesaikan masalah.

  • Budaya Pasar

Hasil akhir memegang peranan utama dalam perusahaan berbudaya pasar. Para pegawai seringkali bersaing secara agresif dan para pimpinan umumnya memimpin dengan tegas dan memiliki tuntutan kerja yang tinggi. Prinsip-prinsip dasar perusahaan didasarkan pada asas pentingnya menjadi yang terbaik dan mengalahkan para pesaing di bidang mereka, oleh sebab itu strategi bisnis, langkah-langkah dan prosedur kerja diselaraskan mengikuti tuntutan pasar. Kelebihan budaya perusahaan ini adalah bahwa pegawai berprestasi sangat dihargai dan mendapatkan pengakuan yang layak sehingga mereka terdorong untuk bekerja lebih giat lagi bagi perusahaan.

  • Budaya Hierarki

Prinsip dasar budaya perusahaan ini adalah struktur dan kontrol. Dikenal luas sebagai perusahaan ‘birokrat’, lingkungan kerja untuk budaya perusahaan ini tergolong memiliki definisi yang jelas dan formal, umumnya dengan serangkaian protokol, aturan, regulasi, dan kebijakan yang ketat untuk memastikan adanya keteraturan, efisiensi, dan konsistensi. Kelebihan dari budaya ini terletak pada adanya stabilitas, kontrol atas proses kerja, dan kepastian (prekditabilitas) yang diperoleh.

13. Model Life Cycle yang ada pada Product Life Cycle dan Predective Life Cycle

  • Predictive Life Cycle/Waterfall Model

Merupakan siklus kehidupan proyek yang paling terencana dimana lingkup proyek (scope), waktu dan biaya ditentukan diawal siklus. Proyek baru akan berjalan jika ketiga hal tersebut sudah ditetapkan di awal proyek. Proyek selanjutnya dijalankan melalui fase-fase yang tiap fasenya harus diselesaikan sebelum berlanjut ke fase selanjutnya. Hal ini tentunya sejalan dengan filosofi Waterfall yang merujuk pada sistem dengan laju yang sangat linear dan menuntut kedisiplinan antara manajer dan pegawai. Siklus proyek ini sangat baik diterapkan pada produk yang sudah umum dan mudah dimengerti.

  • Incremental/Iterative Life Cycle

Seperti Predictive Life Cycle, keberlangsungan proyek dibagi ke dalam fase-fase yang berjalan secara berurutan. Akan tetapi, siklus proyek Incremental memiliki ciri khas tersendiri, yaitu penentuan scope proyek yang dilakukan di tiap fase. Perubahan-perubahan sepanjang proyek dapat disesuaikan pada iterasi (pengulangan) berikutnya. Hasil yang diperoleh didapatkan di akhir iterasi. Oleh karena itu, siklus Incremental lebih fleksibel dengan perubahan dibandingkan Predictive. Siklus proyek ini sangat cocok untuk proyek yang besar dan kompleks.

  • Adaptive Life Cycle/Agile

Jika ada urutan paling fleksibel, siklus proyek ini adalah juaranya. Sesuai dengan filosofi Agile yang sangat menekankan kedinamisan terhadap perubahan, proyek dengan menggunakan siklus Adaptive akan berjalan dengan menggunakan iterasi-iterasi yang lebih banyak dan padat dibandingkan Incremental. Iterasi tentunya dibutuhkan apabila ada permintaan pengubahan dari klien terhadap produk yang dibuat. Siklus proyek ini sangat baik digunakan untuk penyelesaian produk yang masih membutuhkan banyak pengembangan, seperti IT.

14. Phases of the Traditional Project Life Cycle

  • Tahap inisialisasi proyek (Project Initiation Stage)
  • Tahap Perencanaan Proyek (Project Planning or Design Stage)
  • Tahap produksi / pelaksanaan proyek (Project Execution or
    Production Stage)
  • Tahap pengawasan dan sistem pengontrolan (Project Monitoring
    and Controlling Systems)
  • Tahap penyelesain Proyek (Project Completion Stage)

15. Context dari IT/IS Project beserta Recent Trends Affecting dari IT Project Management

a. Globalisasi
b. Outsourcing: Outsourcing adalah ketika sebuah organisasi memperoleh barang
dan/atau sumber dari sumber luar. Offshoring terkadang digunakan
untuk menggambarkan outsourcing dari negara lain
c. Tim virtual: Tim virtual adalah sekelompok individu yang bekerja di
ruang dan waktu menggunakan teknologi komunikasi
d. Manajemen proyek yang gesit

16. Knowledge Area pada Project Management

  • Manajemen Intergrasi Proyek : Termasuk proses dan kegiatan untuk mengidentifikasikan menentukan, mengabungkan, menyatukan dan menkoordinasikan berbagai proses dan kegiatan manajemen proyek dalam kelompok proses manajemen proyek.
  • Manajemen Lingkup Proyek : Termasuk proses yang diperlukan untuk memastikan proyek tersebut mencangkup semua pekerjaan yang diperlukan, dan hanya pekerjaan yang diperlukan untuk kesuksesan penyelesaian proyek
  • Manajemen Jadwal Proyek : Termasuk proses yang diperlukan untuk mengelola penyelesaian proyek tepat waktu.
  • Manajemen Biaya Proyek : Termasuk proses yang terlibat dalam perencanaan, estimasi, anggaran, pembiayaan, pendanaan, pengelolaan, dan pengendalian biaya sehingga proyek dapat diselesaikan dalam anggaran yang disetujui.
  • Manajemen Mutu Proyek : Termasuk proses untuk mengabungkan kebijakan mutu organisasi tentang perencanaan, pengelolaan dan pengendalian proyek dan persyaraatan mutu produk, dalam rangka memenuhi harapan pemangku kepentingan.
  • Manajemen Sumber Daya Proyek :  Termasuk proses untuk mengidentidfikasikan, memperoleh, dan mengelola sumber daya yang dibutuhkan untuk kesuksesaan penyelesaian proyek.
  • Manajemen Komunikasi Proyek : Termasuk proses yang diperlukan untuk memastikan perencanaan yang tepat waktu, koleksi, pembuatan, distribusi, penyimpanaan pencarian, manajemen, pengendalian, pemantauan, dan disposisi akhir dari informasi proyek.
  • Manajemen Risiko Proyek : Termasuk proses melakukan perencanaan manajemen risiko identifikasi, Analisis, Perencanaan Respons Risiko, dan Pemantauan Risiko pada sebuah proyek.
  • Manajemen Pengadaan Proyek : Mencakup proses- proses yang diperlukan untuk membeli atau memperoleh produk, jasa atau hasil yang dibutuhkan dari luar tim proyek.
  • Manajemen Pemangku Kepentingan Proyek : Termasuk proses yang diperlukan untuk mengidentifikasikan orang – orang, kelompok, atau organisasi yang dapat memengaruhi atau di pengaruhi oleh proyek, untuk mengenalisis harapan pemangku kepentingan dan dampaknya terhadap proyek, dan untuk menyusun strategi manajemen yang tepat untuk secara efektif melibatkan para pemangku kepentingan dalam keputusan dan pelaksanaan proyek.

17. Kelompok-Kelompok Proses dari Project Management

Merupakan serangkaian aktifitas yang dilakukan untuk mencapai hasil tertentu. Pada tiap fase dari siklus hidup proyek“lifecycle” terdiri atas sejumlah aktivitasYang terdiri atas 5 proses yang saling berhubungan, diantaranya :

  • Proses Inisiasi (initiating)
  • Proses Perencanaaan (planning)
  • Proses Pelaksanaan (executing)
  • Proses Pengawasan n pengontrolan (monitoring n controlling)
  • Proses Penutupan (closing) 

18. Pemetaan Masing-Masing Kelompok Proses Terhadap 10 Knowledge Area Instruksi Pengerjaan

Refrensi

  1. https://blog.pluang.com/cerdascuan/operations-management-adalah/
  2. https://glints.com/id/lowongan/project-management/#.YWZZMdpByHs
  3. https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-manajemen-proyek-project-management-karakteristik-manajemen-proyek/
  4. https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/barekeng/article/download/617/588
  5. https://manajemenproyekindonesia.com/?p=5064
  6. https://www.qontak.com/blog/aplikasi-manajemen-proyek-mengapa-penting/
  7. https://osf.io/jrb7n/download
  8. https://ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2009/03/subhan-keberhasilan-proyek.pdf
  9. https://www.logique.co.id/blog/2021/02/11/teori-triple-constraints-manajemen-proyek/
  10. https://blog.skillacademy.com/skill-project-manager
  11. https://ekosiyam.blogspot.com/2012/03/manajemen-proyek-dilihat-dari.html
  12. https://accurate.id/marketing-manajemen/struktur-organisasi/
  13. https://www.jobstreet.co.id/id/cms/employer/memahami-4-jenis-budaya-perusahaan-untuk-mencari-kandidat-unggulan/
  14. https://magnaqm.com/blog/2017/12/18/siklus-kehidupan-proyek-project-life-cycle/
  15. https://repository.unikom.ac.id/48884/1/Pertemuan%201%20dan%202%20%20PENGANTAR%20MANAJEMEN%20PROYEK%20PERANGKAT%20LUNAK.pdf
  16. https://ocw.ui.ac.id/pluginfile.php/13397/mod_resource/content/1/02%20-%20Project%20Management%20and%20IT%20Context%20%5BOnline%20Class%5D.pdf
  17. http://dolaynata.com/berita/detail/10-area-pengetahuan-manajemen-proyek
  18. https://ferrysystem.wordpress.com/2012/03/13/5-kelompok-proses-manajemen-proyek/

Published by evanwiratama

BLOG BUAT TUGAS IT TELKOM SURABAYA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: